Satu malam
February 3, 2009

“mana? Katanya pernikahan akan membawa rejeki, 2 tahun kita menikah, hidup kita bukan tambah seneng tapi tambah susah…” suara tangis memecah..
Kau slalu begitu, menyiksaku dan dirimu dengan pikiran liarmu.. jika memang pernikahan kita adalah bencana, kenapa dulu kau tawarkan bencana itu padaku..? pikiranku kembali berlari, meyusuri lorong quatum waktu tepat 2 tahun yang lalu..
“aku ingin membangun keluarga denganmu…”
Tuhan, saat itu aku hanya bisa bersyukur dalam lafadz tahmid panjang dihati kecilku, terimakasih Rabb entah dari mana datangnya sosok impian hatiku ini.. kau kirim ia padaku membawa asa dan cinta nan tulus.
Aku hanya tersipu.. angin malam menyapu muka pucatku seolah membubuhkan perona merah disana..
“kamu yakin..” suaraku tertahan
“ Bismillah aja lah..” senyum bersahajamu malam itu selalu terbingkai dalam hatiku hinga beribu-ribu malam berikutnya hingga kini, hingga nanti..
Hari demi hari perjalanan hidup kutapaki.. namun tak kudapat secercah pancaran kebahagian dalam matamu.. kekhawatiran, kecemasan, kekesalan dan kekecewaan.. hanya mereka yang datang menghiasi murammu silih berganti.. Tuhan, apa yang harus kulakukan…?
Aku lelah.. saat menyadari hidup bagimu hanya urutan 2 kata pemasukan dan pengeluaran, hidup bagimu hanya sekedar kalkulasi perhitungan harga susu, beras, dan tagihan listrik yang membumbung tinggi, hidup bagimu hanya keluhan panjang yang hanya bisa diakhiri dengan kematian, hidup bagimu hanya umpatan dan makian yang semuanya kau letakkan atas kesalahan orang lain..
Aku sedih.. melihat kau yang semakin hari semakin jauh dari iman dan tauhid, semakin hari fardhu ‘ainmu semakin berkurang dari 5, ke-4, 3…., semakin hari pikiranmu semakin kering.. dan terhempas jauh dari ngarainya nikmat Islam.
Dan ku tak habis pikir.. Dimanakah seluruh wujud romantisme cintamu padaku yang kau bawa dulu? sapaan mesra “sayang..”, “bunda..”, “bidadariku..” atau pesan singkat sekedar bilang “i miss u” “luv u” kemana mereka semua?
apakah malam melarutkannya? atau panas mentari menguapkannya?
Aku sungguh lelah..beri ku kekuatan Tuhan..
————–
angin membawa kabar.. hingga hujan ganas menampar.. dan ku masih terkapar..
Entry Filed under: Corat-Coret. Tags: Kisah Cinta, fiction.
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
cip | June 20, 2009 at 2:01 pm
nyentuh bngt, gmn mba crnya bisa dpt tulisan indah dari pkir kt? renungan saja ga’ cukup.. bgi tipsnya.