Posts Tagged fiction

berlalu

berlalu dalam senja

Kau berlalu..

dalam pagi yang tak berteman mentari..

pada muramnya langit yang berbias hujan sehari..

Kau berlalu..

laksana ombak yang terhempas kembali..

dalam deru angin menyapu pepohonan yang menjulang tinggi..

Kau berlalu..

pada tangisan yang terpekik dari lubuk hati..

dalam rindu yang tersia pada pedih

dan kau  hanya berlalu,

tanpa ku harus sedih..

karna esok kita kan berjumpa lagi..

Add comment July 30, 2009

Satu malam

Senja terlarut dalam pekat
hujan masih meninggalkan jejak
malam itu ku terkapar dalam henyak..
hawa dingin menusuk sadarkanku dari lamunan panjang akan hidup..
bait kata hilang tertelan malam, pikiran yg mengembara..
kucoba hentikan seketika, aku lelah..

“mana? Katanya pernikahan akan membawa rejeki, 2 tahun kita menikah, hidup kita bukan tambah seneng tapi tambah susah…” suara tangis memecah..

Kau slalu begitu, menyiksaku dan dirimu dengan pikiran liarmu.. jika memang pernikahan kita adalah bencana, kenapa dulu kau tawarkan bencana itu padaku..? pikiranku kembali berlari, meyusuri lorong quatum waktu tepat 2 tahun yang lalu..

“aku ingin membangun keluarga denganmu…”

Tuhan, saat itu aku hanya bisa bersyukur dalam lafadz tahmid panjang dihati kecilku, terimakasih Rabb entah dari mana datangnya sosok impian hatiku ini.. kau kirim ia padaku membawa asa dan cinta nan tulus.

Aku hanya tersipu.. angin malam menyapu muka pucatku seolah membubuhkan perona merah disana..

“kamu yakin..” suaraku tertahan

“ Bismillah aja lah..” senyum bersahajamu malam itu selalu terbingkai dalam hatiku hinga beribu-ribu malam berikutnya hingga kini, hingga nanti..

Hari demi hari perjalanan hidup kutapaki..
namun tak kudapat secercah pancaran kebahagian dalam matamu..
kekhawatiran, kecemasan, kekesalan dan kekecewaan..
hanya mereka yang datang menghiasi murammu silih berganti..
Tuhan, apa yang harus kulakukan…?

Aku lelah.. saat menyadari hidup bagimu hanya urutan 2 kata pemasukan dan pengeluaran, hidup bagimu hanya sekedar kalkulasi perhitungan harga susu, beras, dan tagihan listrik yang membumbung tinggi, hidup bagimu hanya keluhan panjang yang hanya bisa diakhiri dengan kematian, hidup bagimu hanya umpatan dan makian yang semuanya kau letakkan atas kesalahan orang lain..

Aku sedih.. melihat kau yang semakin hari semakin jauh dari iman dan tauhid, semakin hari fardhu ‘ainmu semakin berkurang dari 5, ke-4, 3…., semakin hari pikiranmu semakin kering.. dan terhempas jauh dari ngarainya nikmat Islam.

Dan ku tak habis pikir.. Dimanakah seluruh wujud romantisme cintamu padaku yang kau bawa dulu? sapaan mesra “sayang..”, “bunda..”, “bidadariku..” atau pesan singkat sekedar bilang “i miss u” “luv u” kemana mereka semua?

apakah malam melarutkannya?  atau panas mentari menguapkannya?

Aku sungguh lelah..beri ku kekuatan Tuhan..

————–

angin membawa kabar..
hingga hujan ganas menampar..
dan ku masih terkapar..

1 comment February 3, 2009

silaturahmi

Unleash my wings,
Let me fly,
Oh, look at my gouged eyes,
A reason for you to cry…
Sitting here alone,
With nothing I can do,
Listening to Shakespeare in Love,
And jumpin off the cliff, is what i feel i wanna do…

 

Di suatu senja yang bersahaja..
 
Dengan setoples cookies menyambut..
dan segelas sirup manis tuk diseruput..
 
semua masih sama..
rumah ini dan segala benda yang berdiam di dalamnya..
kehangatan si empunya membuat kaki tak akan canggung menapaki jejeran marmer yang menyelimuti lapisan dasar permukaannya
 
sosok yang hampir 10 tahun hadir pada setiap lembar diary kehidupan..
sedang berceloteh riang, membuat bibir mengembang atau bahkan tertawa geli….
Namun semua rangkaian kata seolah tak bermakna..
karena mereka hanya sekedar basa-basi pencair suasana..
tak perlu pengamatan seorang psikolog ulung ataupun metode analisis yang rumit untuk mengetahuinya.
Dia telah berubah..

 

Sweet memories lingerin around,
A taste of sweetness is what I’ve found,
Goodbye to it I shall not bid,
For those memories will certainly be loved…

 

Entah kenapa bayang kelam atau gemilang

akan masa lalu sulit tuk dilupakan..??

Kesombongan pada sebuah masa terindah dalam satu chapter kehidupan slalu membayangi, merasa diri bak raja pada singasana maha dahsyat yang ternyata hanya sebuah bidak catur yang telah dikelola apik oleh si pemain..

Sinaran yang kelam..

Saat semua keinginan hancur pada sebuah kenyataan bahwa diri tak lagi menjadi permaisuri bagi hatinya..

Mencari kembali istana hati berbekal sisa embun pagi..


Torn and tattered,
Is what I feel,
Feelin really battered,
Startin from my head to toe…
Silently I’ve been crying,
Nothing could ease my pain,
Or to make me feel alive again,
For I feel withered and smoldered…

 

Add comment March 26, 2008


d' ownee

 

November 2009
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Recent Posts

Tags

fiction Jalan-Jalan just 4 fun just for fun Kesehatan Kisah Cinta life My Mind My Stories Poem Wisata Kuliner

pengunjung hingga kini

fajar on twitter

Recent Comments

imas on Kolesterol, Darah Tinggi, Asam…
Heri P NST on Kolesterol, Darah Tinggi, Asam…
susanto on Kolesterol, Darah Tinggi, Asam…
Fajar on Kangen Hawa Dingin n Pemandang…
vta on Kangen Hawa Dingin n Pemandang…