Posts Tagged Poem
berlalu

Kau berlalu..
dalam pagi yang tak berteman mentari..
pada muramnya langit yang berbias hujan sehari..
Kau berlalu..
laksana ombak yang terhempas kembali..
dalam deru angin menyapu pepohonan yang menjulang tinggi..
Kau berlalu..
pada tangisan yang terpekik dari lubuk hati..
dalam rindu yang tersia pada pedih
dan kau hanya berlalu,
tanpa ku harus sedih..
karna esok kita kan berjumpa lagi..
Add comment July 30, 2009
Senja iTu..
lirihku memanggil asmamu dalam keheningan..
1,2,3,4…24..
deposit dosa tanpa bunga tlah tertimbun
teringatku pada arogansi duniawi
padahal ku hanya seongok daging
dunia..
apalagi yang kan kau tawarkan padaku..
menelantarkanku dalam kebimbangan tanpa habis
menguras imanku yang kian terkikis
menopangku pada pancang semu bagai kilat
gagah, bergemuruh kencang, memecah alam dengan segala kegemerlapan sinarnya nan mempesona namun hilang dalam hitungan detik, tak tersentuh, tak terkejar…
…………………………………………………
Tuhan…
pada satu masa nanti..
dalam kondisi apa ku kan kau bangkitkan?baju apa yang kan kukenakan?berkumpul dalam golongan siapa ku dimasukkan?
adakah lidah ini akan mendukung sgala logika dangkalku?
adakah tangan ini akan terus membela egoku?
adakah kaki ini kan slalu melangkah bersama birahiku?
Tuhan..
tak sanggup lagi ku memanggil lirih namamu..
pikirku jatuh beranjak turun..
tertunduk…menikmati basahnya air mata..
terseret dalam aliran darah…
bersua dengan hatiku yang kosong….
“Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu ialah hati.” (Muttafaqun `Alaihi, dari Nu`man bin Basyîr).
Add comment February 13, 2008